Kepala Camat Candi Agus Maulidy saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Memang benar ada kejadian, dan peristiwa itu pada hari Rabu (8/8) kemarin," kata Agus Maulidy di ruangannya, Kamis (9/8/2012).
Agus menjelaskan, kejadian tersebut diketahui setelah salah seorang warga akan melakukan pengurusan membuat E-TKP. Petugas dan warga masuk ke ruangan kasi pembuatan fisik dan kasi perekonomian terkejut, manakala alatnya raib.
"Saat masuk ke dalam ruangan pembuatan E-KTP, petugas kaget. Kalau semua peralatannya berupa kamera, sidik jari, monitor dan iris mata hilang semuanya. Dan hanya ditingal berupa CPU saja," terang dia.
Akibat hilangnya semua peralatan itu pihaknya mengalami kerugian mencapai Rp 50 hingga Rp 60 juta.
"Kita sudah memberitahukan kepada bupati (Saiful Illah) kalau peralatannya hilang. Jika beli maka harus mengeluarkan biaya mencapai Rp 50 hingga Rp 60 juta," ujarnya.
Dengan hilanganya peralatan tersebut, pihak kecamatan sudah melapor ke polisi dan sudah dilakukan olah TKP. Untuk itu ruangan tersebut terpaksa harus diberi garis polisi.
"Kita sudah lapor ke Polsek Candi, dan dalam olah TKP kemarin juga mendatangkan anjing pelacak. Ketika didatangkan anjing pelacak, mengarah ke salah seorang penjaga malam yakni Bambang," ucapnya.
Meski anjing pelacak milik Polres Sidoarjo mengarah ke Bambang, pihak kecamatan tidak berani memastikan apakah Bambang itu pelakunya.
"Saya tidak berani memastikan apakah dia (Bambang) itu yang mencuri atau tidak. Karena kasusnya sudah kita serahkan ke pihak kepolisian," ujarnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Andi Sinjaya membenarkan kasus pencurian yang terjadi di kantor Kecamatan Candi. Namun, dirinya enggan memberikan keterangan secara detil.
"Memang benar ada kejadian. Tapi, masih saya kroscek sebentar ke Polsek Candi. Apakah kasusnya sudah diserahkan ke Polres Sidoarjo apa belum," pungkasnya.
(fat/fat)











































