"Rasanya nyeri sekali di tiap persendian, kemarin rasanya di tangan dan sekarang malah di kaki hingga saya tidak bisa jalan sejak tadi pagi," kata warga bernama, Poniyem kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Rabu (8/8/2012).
Selain chikungunya menyerang kalangan orang dewasa, tak jarang pula anak anak usia 8 tahun turut terserang virus yang disebabkan gigitan nyamuk dari species aedes aegypti atau aedes albopictus.
Dinas Kesehatan Jember dan puskesmas setempat langsung mendata masing-masing warga yang memiliki keluhan sama. Selain memeriksa kondisi tubuh pasien, petugas juga meminta warga yang kini terdampak virus untuk menjaga kebersihan lingkungan yang menjadi salah satu cara ampuh memutus mata rantai penyebaran.
Apalagi dari sekian warga yang terserang chikungunya beberapa diantaranya mengalami nyeri di otot. Selain persendian sejak 3-4 hari kemarin terasa linu, jika dibuat bergerak juga sakit.
"Melihat warga banyak terserang, besok kami akan melakukan fogging di lokasi ini serta akan menyebar abate disetiap tempat mandi rumah warga," kata Humas Dinkes Jember, Yumarlis.
Bahkan sejauh ini Dinas Kesehatan Jember masih mengetahui satu lokasi saja yang masyarakatnya terserang chikungunya. "Sementara informasi cuma di sini saja, namun saya akan memerintahkan bidan setempat untuk mendatangi rumah warga khawatir ada pasien yang tidak mau berobat lantaran dianggap penyakit biasa," tegasnya.
(fat/fat)











































