Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) Kapolres Mojokerto, AKBP Eko Puji Nugroho, memastikan jalur arteri nasional Km 51 - 52 Bypass Mojokerto ini akan macet total.
Untuk itu, polisi akan memberlakukan sistem satu lajur di Bypass rawan kecelakaan ini. Untuk mengantisipasi kemacetan, pihaknya memberlakukan satu lajur khusus kendaraan dari arah Surabaya dan Pasuruan.
"Dari Surabaya semuanya satu lajur di bypass ini. Agar bisa mengurai kemacetan," katanya kepada detiksurabaya.com, Jumat (3/8/2012).
Pemberlakuan satu lajur ini diterapkan pada H-3 hingga hari lebaran tiba. Itupun melihat kondisinya. Jika volume kendaraan sebelum H-3 sudah padat, akan dilakukan sistem satu lajur. Begitu juga saat arus balik hingga H+5 sampai H+7.
Saat dilakukan sidak ke jalur ini, pihaknya telah mendapatkan pernyataan dari kontraktor jika pengerjaan jalan ini dipastikan tidak selesai sebelum lebaran. Pelebaran jalan hingga 4 meter dan pembangunan 2 jembatan ini, baru selesai 4 bulan kemudian.
"Pemberlakuan satu jalur ini telah disetujui oleh Polda Jatim. Arus kendaraan dari Surabaya dan Pasuruan nanti satu lajur. Dari Jombang ke Surabaya, masuk ke dalam kota," jelasnya.
Perlu diketahui bagi para pemudik, jalur Bypass di Km 51 di Kenanten Mojokerto ini adalah jalur tengkorak. Jalur ini terdapat perempatan yang menghubungkan Surabaya - Sidoarjo - Krian - Jombang dan Malang - Probolinggo - Pasuruan - Mojokerto.
(fat/fat)










































