Selama aksi mahasiswa tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) itu menggelar orasi. Mereka mengecam pemerintah Indonesia tidak peduli akan nasib muslim Rohingya menjadi korban kekerasan.
"Pemerintah berani meminjam uang sampai 1 miliar dollar ke IMF, tapi tak sepeserpun mengucur kepada korban di Rohingya. Padahal kita negara mayoritas muslim," teriak mahasiswa.
Mahasiswa juga mempertanyakan sikap lamban pemerintah dalam merespon situasi di Myanmar. "Kenapa pemerintah lamban, kita pertanyakan itu," tegas Humas Aksi Rijal Faizin Rachmad di lokasi.
Menurut dia, Myanmar dan Indonesia merupakan satu bagian dalam ASEAN. Tapi kondisi itu seakan tak mempengaruhi Pemerintah SBY menyatakan kepeduliannya.
"Ada apa ini," tutur dia.
Mahasiswa menyimpulkan jika pemerintah SBY sengaja berpaling melihat konflik membawa korban umat muslim di Rohingya. Meskipun peristiwa itu telah terjadi cukup lama.
"Ada pemusnahan etnis, Indonesia seakan tak ingin peduli," kata mahasiswa selama orasi.
"Nantinya aksi donasi ini akan kami lakukan pagi ini dan nanti sore. Hasilnya akan kami kirimkan ke LSM Aksi Cepat Tanggap (ACT), semoga aksi ini juga mendorong masyarakat Indonesia untuk melakukan yang sama," terang Rijal.
(fat/fat)











































