Dalam aksinya mahasiswa menggalang tanda tangan sebagai wujud dukungan menolak kenaikan SPP progresif tersebut. "Harapan kami dapat dukungan dari penggalangan tanda tangan ini," terang Ali Mashuda, perwakilan mahasiswa disela aksi.
Ali mengaku, SPP progresif itu diberlakukan bagi mahasiswa angkatan 2008 belum juga menyelesaikan kuliah. "Yang juga belum selesaikan kuliah, dikenakan SPP kami anggap tak masuk akal itu," aku dia.
Mahasiswa juga menggalang pengumpulan koin rencananya diserahkan langsung kepada Rektor Brawijaya Yogi Sugito. "Mungkin rektorat kekuarangan uang hingga berlakukan kenaikan SPP," sindir dia.
Aksi Front Mahasiswa itu dimulai dari Gedung Widyaloka. Mereka lantas berkeliling sembari meneriakkan kebijakan yang mencekik mahasiswa.
Dalam aksi itu, beberapa mahasiswa memakai topeng kertas bergambarkan Rektor UB Yogi Sugito, Pembantu Rektor 1 Bambang Suharto, Pembantu Rektor 2 Warkum Sumitro, dan Pembantu Rektor 3 Ainurrasyid.
Penggalangan tanda tangan dipusatkan di tiga titik, yaitu Gedung Widyaloka, Perpustakaan, dan Samantakrida.
Kepala Biro Administrasi Keuangan dan Perencanaan Universitas Brawijaya (UB) Imam Safi'i membantah telah memberlakukan SPP Progresif mulai semester ini.
"SPP itu belum diberlakukan," ujar Safi'I terpisah.
(bdh/bdh)











































