Satu per satu kendaraan yang melintas dihentikan dan diperiksa bergantian oleh petugas. Termasuk kendaraan pribadi, bus, truk dan semua yang melintas digeledah barang bawaannya.
"Razia ini sengaja kita gelar untuk menekan terjadinya tindak kriminalitas selama bulan Ramadan dan menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri. Semua kendaraan kita periksa," ungkap Kabag Ops Polres Tuban Kompol Suhartono usai razia.
Hal lain memicu digelarnya razia di perbatasan adalah semakin banyaknya kasus kriminalitas dari daerah lain yang kemudian dibawa lari ke Jawa Timur. Seperti kasus pembunuhan, Bajing Loncat dan sebagainya.
"Sudah ada beberapa kasus terjadi. Seperti aksi pembajakan truk di daerah Jawa Tengah kemudian korbannya dibuang di Jawa Timur, kasus pembunuhan dan beberapa perkara lain," ungkap Suhartono.
"Untuk itulah, kita menggelar razia ini supaya tidak terjadi lagi kasus serupa. Apalagi di bulan Ramadan dan mendekati Lebaran seperti sekarang ini," sambungnya.
Dari semua kendaraan yang diperiksa dalam razia ini, polisi tidak menemukan satupun barang yang dianggap berbahaya, menucurigakan atau sebagainya. Seperti sejata api, senjata tajam dan sebagainya, tidak ada yang ditemukan dari ratusan mobil, bus, truka serta berbagai jenis kendaraan yang diperiksa.
"Pada razia ini hasilnya nihil. Namun, kita bakal terus menggelar razia serupa guna menekan angka kejahatan dan mempersempit gerak para pelaku kejahatan antar wilayah seperti yang pernah terjadi," ujar Suhartono.
(fat/fat)











































