Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan, dengan membangun PG di Banyuwangi jarak antara lahan ke pabrik menjadi lebih dekat. Dengan begitu, kualitas tebu akan menjadi lebih bagus.
Menurutnya, kualitas tebu berpengaruh pada tingkat rendeman (kadar gula batang tebu). Selama ini tingkat rendeman petani tebu Banyuwangi, mencapai 6 persen. Dengan adanya PG di Banyuwangi, ditargetkan rendeman meningkat menjadi 10 persen.
"Perbaikan kualitas rendeman itu (juga) didorong oleh penggunaan teknologi modern," kata Anas, kepada wartawan, Jumat (27/7/2012).
Dia menjelaskan, manajemen tebang, angkut dan muat tebu sangat menentukan efisiensi industri gula. Termasuk dalam hal meningkatkan tingkat rendemen. Dari hasil kajian, keberadaan PG tersebut akan memberi dampak efisiensi ke petani sebesar Rp 18 miliar.
"Efisiensi didapat dari manajemen tebang, angkut dan muat tebu yang lebih cepat," pungkasnya.
(fat/fat)
