Siswa Kelas 2 SD Tewas Tertimpa Almari Perpustakaan

Siswa Kelas 2 SD Tewas Tertimpa Almari Perpustakaan

Purwo S - detikNews
Kamis, 26 Jul 2012 18:46 WIB
Pacitan - Sungguh tragis nasib Fattahul Umam (8). Bocah laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 2 SD tersebut meregang nyawa lantaran tertimpa lemari perpustakaan, Kamis (27/7/2012).

Siswa SD Negeri 2 Sugihwaras, Kecamatan Pringkuku, Pacitan itu menghembuskan nafas terakhir saat dilarikan ke puskesmas setempat.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi, saat jam istirahat korban bermain bersama sejumlah temannya di dalam ruangan. Kelas berukuran 4 x 4 meter itu selain digunakan untuk kegiatan belajar mengajar juga dimanfaatkan untuk perpustakaan. Dua lokasi tersebut hanya pisahkan dengan sekat berupa kain berwarna biru.

Saat asyik bermain itulah, tangan korban meraih ujung kain lantas menariknya. Celakanya bagian kain yang ditarik terpancang pada atap lemari. Bersamaan tarikan korban, almari berbahan kayu akasia setinggi 1,5 meter itupun oleng dan roboh.

Celakanya lagi, posisi korban berada persis di depan pintu almari. Tanpa bisa mengelak tubuh mungil itupun jatuh tengkurap bersimbah darah.

"Saya panik karena melihat darah menyembur terus dari hidungnya saat digunakan untuk bernafas," ujar Sugeng Santoso (32), saksi mata kepada detiksurabaya.com di rumah duka, Kamis (27/7/2012) sore.

Pria yang bekerja sebagai pesuruh di sekolah tersebut menuturkan, saat itu dirinya bermaksud mengambil cangkul di gudang. Lokasinya sendiri bersebelahan dengan tempat kejadian.

Belum sempat beranjak, Sugeng mendengar suara menyerupai benda jatuh. Merasa curiga, dirinya lantas berlari menghampiri tempat kejadian. Saat itulah dirinya mendapati tubuh korban tertindih almari dengan posisi telungkup.

Sontak, Sugeng teriak minta tolong. Sucipto, seorang guru yang berada di kelas lain lantas berlari untuk memberikan pertolongan. Dirinya lantas membantu mengangkat almari untuk melepaskan tubuh korban yang terhimpit.

"Hanya terlihat kakinya saja," kata Sucipto, menggambarkan kondisi korban usai kejadian.

Selanjutnya, Sugeng yang mengangkat jasad korban dan melarikannya ke Puskesmas Punung dengan menggunakan angkutan umum. Namun lantaran mengalami pendarahan hebat, korban meninggal dunia sebelum sempat menjalani perawatan.

Hingga pukul 16.30 WIB, suasana duka masih menyelimuti rumah pasangan Susilo dan Rini Widiastuti. Kedua orang tua Fattahul Umam tersebut terlihat masih shock dan belum mampu berkata-kata. Ratusan pelayat masih memadati rumah duka. Menurut rencana, jenazah akan dimakamkan di pekuburan desa setempat.

(fat/fat)
Berita Terkait