Ini bertujuan memberi kualitas sinyal BTS satelit bagi daerah terpencil agar warga atau pelanggan yang mudik juga merasa nyaman dan tidak kehilangan komunikasi.
Head of ICT Network Management Telkomsel Jawa Timur Galumbang Pasaribu mengatakan, keberadaan BTS satelit di daerah terpencil secara komersial belum menguntungkan.
"Saat ini ada 8 BTS satelit yang dioperasionalkan di Jatim. Yakni Sarongan (Banyuwangi), Sempol (kawasan wisata Kawah Ijen), Pulau Kangean, Sapeken, Bawean dan Masalembu," kata Galumbang kepada wartawan yang mengikuti test drive jaringan Telkomsel di Banyuwangi, Kamis (26/7/2012).
Dia mengaku wilayah terpencil pegunungan atau kepulauan dengan halangan bukit, gunung maupun laut, mampu dijangkau dengan BTS satelit dalam hal koneksi.
"Apalagi perbedaan BTS satelit dengan BTS pada umumnya terletak pada koneksi transmisinya, yakni serat optik untuk BTS biasa dan transcoder digunakan BTS satelit," tambahnya.
Galumbang mencontohkan BTS satelit Sarongan, Banyuwangi. Pihaknya mengalokasikan dana Rp 250 juta tiap bulan untuk biaya operasional. Padahal, pendapatan yang diterima Telkomsel dari pelanggan sekitar BTS satelit tidak sampai Rp 250 juta.
"Tapi Telkomsel tetap berkomitmen untuk memberi layanan ke semua wilayah dan bisa diakses oleh masyarakat di daerah-daerah terpencil," tegasnya.
(fat/fat)











































