"Sejak kemarin lusa harganya sudah naik. Sudah gitu barangnya susah didapat," ujar Ny Guru, penjual daging di Pasar Minulyo, Baleharjo, Pacitan kepada detiksurabaya.com, Minggu (22/7/2012) siang.
Menurutnya, harga daging yang melambung disebabkan banyak jagal yang berhenti sementara menyembelih ternak. Hal itu merupakan rutinitas saat libur awal puasa. Akibatnya, persediaan daging di pasaran lebih sedikit dari kebutuhan.
Pantauan detiksurabaya.com, lantaran tingginya harga daging, sejumlah ibu rumah tangga mengurungkan niat membeli komoditas tersebut. Mereka lantas menggantinya dengan makanan lain yang harganya lebih terjangkau. Semisal telur maupun ikan laut.
"Rencananya tadi mau bikin rendang tapi akhirnya cuma mau masak ikan goreng. Kalaupun maksa beli daging ya nggak cukup anggarannya," ujar Nur Hidayati, pengusaha catering, usai belanja di Pasar Minulyo.
Memang, lanjut perempuan berjilbab itu, kenaikan harga menjelang perayaan hari-hari besar kerap terjadi. Hanya saja, tidak sebesar saat ini. Dia pun lantas berharap, pemerintah turun tangan dengan menggelar operasi pasar.
"Lebaran aja kenaikannya nggak setinggi sekarang," ujarnya.
Selain daging sapi, kebutuhan lain yang harganya ikut menggila adalah daging ayam. Harga per kilogramnya rata-rata naik 75 hingga 100 persen per kilogram. Demikian pula dengan sejumlah komoditas lauk pauk lain, seperti telur dan sayuran juga tak luput dari lonjakan harga.
(bdh/bdh)











































