Kawan-kawan sekolah di kelas I SMA Trimurti sejak pagi sudah memenuhi rumah duka di Puri Citra Rungkut, Kelurahan Gunung Anyar, Sabtu (21/7/2012).
Demikian pula, rekan-rekan semasa duduk di SMP Al-Muslim, Wadung Asri, Pondok Candra, juga merasakan kehilangan.
Mereka juga ikut mengikuti shalat jenazah di musola Al-Waqifin yang lokasinya hanya berjarak 50 meter dari komplek perumahan.
Keluarga Ryan, terlihat sangat terpukul dengan peristiwa yang menimpa putra pertama dari tiga bersaudara itu. Ibunda Ryan, Ny Ratna terlihat menangis histeris.
Kawan-kawannya terkejut dan tak percaya apabila putra dari pasangan Suryana-Ratna itu meninggalkan selama-selamanya setelah Honda Jazz yang dikemudikan menabrak truk trailer di Tol Porong.
Ryan yang di kelas XI ini pindah sekolah SMA Untag itu di mata kawan-kawan SMP dikenal sosok yang humoris.
"Saya dapat kabar dari teman-teman, di tweeter dan BBM (blackberry messanger)juga ramai diperbincangkan," kata Alvina Andarani, siswi kelas III SMP Al-Muslim Wadung Asri Pondok Candra di rumah duka, Sabtu (21/7/2012).
Alvina bertutur, Ryan merupakan seniornya di SMP yang dikenal baik dan enak dalam pergaulan. "Orangnya itu baik, kocak dan humoris," lanjut dia.
Firdaus, rekan SMP korban juga merasakan kehilangan. "Anaknya baik dan suka bercanda," ungkap Firdaus.
Ryan yang duduk di bangku X 3 SMA Trimurti pindah ke SMA Untag. "Ryan anaknya baik. Saya nggak nyangka Ryan dipanggil di umur yang masih muda," kata Adi, teman Ryan semasa bersekolah di SMA Trimurti.
Kecelakaan di Tol Porong Km 34.800 pada Sabtu dinihari itu menewaskan Ryan Ramadan (18), serta dua kawannya yang masih kakak beradik, Rico Hidayanto (16) dan Ricky Fajarwanto (21). (nrm/gik)










































