Pedagang Daging di Pasar Larangan Disidak

Pedagang Daging di Pasar Larangan Disidak

Brury Susanto - detikNews
Jumat, 20 Jul 2012 16:00 WIB
Pedagang Daging di Pasar Larangan Disidak
Sidoarjo - Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo, Jumat (20/7/2012)sidak ke pasar tradisional Larangan. Sempat terjadi adu argumentasi dengan pedagang menyangkut temuan daging yang tidak layak dikonsumsi.

Sidak ke pasar tradisional ini untuk mengecek kelayakan daging sapi maupun kambing mendekat bulan Ramadan. Daging yang ditemukan tidak layak jual itu, diperkirakan sudah tiga hari hingga menyebabkan, daging berubah warna.

"Ada 2 penjual, kalau dagingnya sudah berubah warna kehitaman. Jika dilihat hanya sepintas tidak kentara. Kalau dipegang dan dilihat secara teliti, warnanya terlihat jelas," kata Bambang Erwanto Kabid Perternakan dan Kehewanan, di sela-sela usai melakukan sidak.

Bambang menambahkan, tak hanya berubah warna, bau daging yang ditemukan tidak layak jual itu juga sangat berbeda, saat dicium. "Baunya itu sangat sengir dan tak sedap," ujar dia.

Dari daging berubah warna hitam, menurut Bambang, itu disebabkan para pedagang kurang bersih dalam menyimpannya.

"Seharusnya daging itu disimpan dalam kotak. Kemudian diberi es batu. Jangan digantung, itu yang menyebabkan kurang bersihnya," terang dia.

Namun, apa yang dikatakan dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo, dibantah para pedagang. Kalau daging berubah warna itu bukan karena kurang bersih ataupun tempat menyimpannya.

"Daging berubah warna itu lantaran terlalu lama disimpan dalam kotak yang ada es batunya," bantah salah seorang pedagang bernama Ani kepada sejumlah wartawan di sela-sela melayani pembeli.

Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo mengimbau para pedagang agar memperhatikan dagingnya yang akan dijual agar tidak merugikan pembeli. Selain itu pedagang daging juga harus mengantongi surat kesehatan dari wilayah setempat.

(bdh/bdh)
Berita Terkait