Sebab masa kontra kerja Arwada (45) sebenarnya sudah habis Februari 2012 lalu. Namun, hingga kini janda beranak dua itu tidak kunjung pulang dari tempat bekerja di Riyadh, Arab Saudi.
Pihak keluarga menduga, Arwada 'disekap' oleh majikannya. Dugaan itu muncul, karena sejak menjadi TKW 30 bulan lalu, TKW asal Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, itu tidak pernah sepeser pun mengirimkan uang untuk anak-anaknya.
Selain itu, selama ini pihak keluarga merasa kesulitan menghubungi Arwada. Setiap kali ditelpon selalu majikannya yang menjawab. Komunikasi langsung dengan Arwada gagal.
"Hanya bulan lalu kami bisa menghubungi dia. Saat itu, dia menangis seperti orang ketakutan dan meminta dibantu agar bisa secepatnya dipulangkan. Katanya dia ingin sekali pulang cuma dilarang majikannya. Padahal sejak bekerja mbak saya itu mengaku belum pernah terima gaji," kata adik ipar Arwada, Sukriyanto, di rumahnya Desa Gebangan, Kamis (19/7/2012).
Keterangan yang dihimpun, Arwada berangkat menjadi TKW di Arab Saudi sejak awal 2010 silam. Saat itu, dia berangkat melalui sebuah perusahaan penyalur TKI yang berkantor di Rawamangu, Jakarta Timur.
"Kami juga sudah mengontak perusahaan yang memberangkatkan, tapi sepertinya tidak mau tanggung jawab. Malah sekarang nomor telpon perusahaan itu sudah tidak bisa ditelpon lagi," kata Sukriyanto.
Kedua anak Arwada, Alex (26) dan Clara (17) juga sangat mencemaskan nasib ibunya. Keluarga meminta agar pemerintah ikut turun tangan untuk memulangkan Arwada ke tanah air. Selain itu, pemerintah juga diminta membantu menyelesaikan masalah gaji Arwada yang belum terbayar.
"Kami sangat kangen ibu, kami juga ingin lebaran nanti bisa bersama ibu. Sekarang kami sangat mengkhawatirkan keadaannya, tapi kami tidak tahu harus bagaimana. Makanya kami hanya bisa meminta bantuan pemerintah," tutur Alex.
(gik/gik)











































