PTPN X menampik adanya intervensi dari pihak manapun. PTPN X menegaskan, pencopotan Yadi hanya untuk penyegaran dalam manajemen perusahaan BUMN ini.
"Tak ada intervensi siapapun soal pencopotan. Hanya untuk penyegaran manajemen saja," kata Sekretaris PTPN X, Cholidi saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (18/7/2012).
Cholidi menegaskan, penyerangan massa dari sopir truk tebu milik petani ini bukan digerakkan oleh Yadi. Namun, para sopir yang khawatir tak mendapat penghasilan jika pabrik yang ditutup, secara spontan menyerang Ainul, petugas PPNS BLH dan anggota Polda Jatim.
Informasi yang dihimpun, penyerangan yang terjadi pada Jumat, (6/7/2012) lalu ini, massa menghentikan mobil Avanza milik Ainul. Saat itu, massa yang tengah emosi, menggores bodi mobil hingga membekas dengan benda tumpul. Bahkan, massa sempat akan menjungkir mobil.
Setelah melakukan penyerangan ini, Yadi saat itu juga berada di lokasi. Pihak PTPN X mengklaim jika Yadi bukan sebagai penggerak massa, namun saat itu Yadi mencoba melerai. "Pak Yadi saat itu melerai, bukan menggerakkan massa," tandas Cholidi.
(gik/gik)











































