informasi dihimpun detiksurabaya.com di lapangan, kejadian kali pertama menimpa Agus (30), warga Cangkring, Kelurahan Sidokare, sekitar pukul 04.00 WIB di jalan raya Jimbaran, Kecamatan Wonoayu.
Saat itu korban baru berkunjung ke saudaranya di kawasan Krian hendak pulang ke rumahnya. Namun, di tengah perjalanan tepatnya jalan Pilang, tiba-tiba Agus langsung dipepet oleh kawanan pelaku.
"Saya itu langsung dipepet sebelah kanan. Tapi, saya langsung melawannya dengan menabrak orang yang berusaha mengambil motor saya," kata Agus kepada detiksurabaya.com, Selasa (17/7/2012).
Beruntung, berkat perlawanan yang diberikan, para pelaku batal merampas motor milik Agus. Namun, Agus mengalami banyak luka akibat dibacok para pelaku dengan menggunakan pedang.
"Akibat dari luka bacok itu, saya mengalami luka dan harus 2 jahitan di punggung. Kalau di kepala harus dijahit sebanyak 4,"terangnya.
Tidak berselang lama, sekitar pukul 04.30 WIB, di Jalan Raya Lebo, tidak jauh dari lokasi pertama juga terjadi perampasan motor. Korbannya menimpa Suryanto, warga Singo Padu, Kecamatan Tulangan.
Pria berusia 53 tahun yang baru pulang dari rumah anaknya di Jalan Cemengkalang, tiba-tiba dipukul oleh orang yang tidak dikenalnya dari belakang.
"Saya tidak tahu orangnya. Karena saya langsung dipukul dari belakang," ujar pria sehari-hari bekerja di Pabrik Gula Tulangan.
Lantaran sudah tidak sadarkan diri, akibat terkena bacokan dari belakang, sepeda motor Supra X 125 Nopol W 4811 XJ berhasil dibawa kabur kawanan pelaku.
"Orangnya ada 4, tubuhnya kecil-kecil dan berhasil membawa motor saya juga dompet berisikan uang 600 ribu," ucap dia.
Saat ini, kedua korban perampasan sepeda motor harus menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo karena mengalami luka serius akibat senjata tajam.
(bdh/bdh)











































