Buruh yang tergabung dari Sidoarjo, Pasuruan dan Mojokerto, ini memblokir Jalan Raya Ahmad Yani, tepat di Alun-Alun Sidoarjo. Akibatnya sempat terjadi kemacetan sepanjang 1 Km, dari Surabaya menuju Pasuruan maupun sebaliknya.
Dalam aksinya, buruh yang menggunakan sepeda motor membentangkan poster maupun spanduk berisikan: "Kami menolak sistem kerja outsourcing", "Beri upah layak buruh dan beri kesejahteraan","Tunjangan hari raya harus disamaratakan".
Koordinator FSPMI Wilayah Sidoarjo, Chamim Tohari mengaku buruh menuntut kesejahteraan dan minta semua kasus yang laporannya masuk ke kantor polisi tentang perburuhan harus diusut tuntas. Khususnya di wilayah Sidoarjo, Pasuruan dan Mojokerto.
"Kita menilai bahwa kinerja polisi itu sangat lambat sekali mengenai permasalahan buruh. Padahal, laporan mengenai penyimpangan beberapa perusahaan di sidoarjo banyak masalah," kata Chamim di sela-sela aksinya, Kamis (12/7/2012) .
Chamim menambahkan, selain kesejahteraan, menjelang puasan dan lebaran pihaknya minta Tunjangan Hari Raya (THR).
"Buruh yang masih dipekerjakan dengan sistem outsourcing harus dijadikan karyawan tetap. Jika tidak, maka THR untuk buruh nanti harus sama rata dengan buruh yang bekerja tetap (bukan outsourcing)," pungkasnya.
(fat/fat)











































