Mereka yaknu Sentot Subandrio, Abdul Kolik, Faris Handanyoto, Hasan Sudiro, Supinarto, Imam Makmur, Nurhadi, Sukardi dan Muhammad Lutfi Abror.
Para tersangka melakukan pembobolan dengan modus mengajukan klaim asuransi pensiun dengan dokumen-dokumen palsu atas nama orang-orang yang telah disurvei datanya. Mulai KTP, SK Gubernur, surat kepolisian, stempel berbagai instansi pemerintahan dan lainnya.
Petualangan komplotan pembobol PT Taspen ini berakhir saat beraksi di cabang Kediri Jalan Agung Suprapto Kota Kediri.
Menurut Kapolres Kediri KOta AKBP Ratno Kuncoro, penangkapan berawal dari laporan petugas PT Taspen yang mencurigai dokumen yang diajukan pelaku bernama Sentot Subandrio dan Abdul Kolik.
Mereka mengajukan klaim SP3IP (Surat Permintaan Pembayaran Pengambilan Iuran Pensiun) dan tabungan hari tua Atas nama Samsul alamat Tulungagung.
"Saat berkas pengajuan diperiksa oleh pegawai Taspen Kediri, ada beberapa kejanggalan antara lain tanda tangan SK pensiun dari Gubernur Jatim yang ditanda tangani oleh DR Soekarwo tidak sesuai dan penulisan NIP pegawai bendahara Pemkab Tulungagung salah," jelas Ratno kuncoro kepada wartawan di mapolresta, Rabu (11/7/2012).
Ratno menambahkan, karena curiga akhirnya petugas melakukan croscek data-data ke Kepegawaian Tulungagung dan ternyata benar dokumen-dokumen itu palsu.
"Setelah di croscek melalui data base ternyata data-data tersebut salah atau palsu, kemudian atas kejadian tersebut petugas menghubungi SPK Polres Kediri Kota," ungkap Ratno Kuncoro.
Dari penangkapan kedua pelaku kemudian dikembangkan hingga akhirnya petugas berhasil menangkap 7 anggota lainnya dengan melakukan penangkapan di Banyuwangi.
Di hadapan Petugas, para pelaku sudah melakukan kegiatan pemalsuan di PT Taspen Cabang Kediri dengan modus yang sama sebanyak 4 kali dan dari hasil pemalsuan tersebut lebih dari Rp 200 juta.
Otak pembobolan, Faris Handanyoto mengaku mendapat bagian hasil pembobolan sebesar 25 persen. Rata-rata setiap aksinya per dokumen mencapai sekitar Rp 50 jutaan.
"Saya dapat bagian 25 persen dari hasilnya," pengakuan Faris kepada petugas.
Atas kejadian ini, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan melakukan koordinasi dengan PT Taspen cabang-cabang yang telah menjadi sasaran aksi komplotan ini.
(fat/fat)











































