Penyerangan dipicu dengan hadirnya 2 jamaah pondok yang berniat membersihkan yang sebelumnya dirusak warga. Melihat ada dua jamaah bersih-bersih, warga mencurigai aktivitas pondok akan dilakukan kembali.
"Warga tak ingin pondok pesantren ini kembali melakukan aktifitas seperti yang dulu," kata Maryono, warga sekitar kepada detiksurabaya.com, Sabtu (7/7/2012).
Dengan kecurigaan itu, warga untuk kedua kalinya menyerbu ponpes dan menutup pintu masuk dengan puluhan batang bambu. Tak hanya bagian luar, warga juga merusak bagian dalam ponpes dengan meletakkan puluhan ranting pohon serta merusak sarana dan prasarana di dalamnya.
"Warga sudah tidak setuju dan berharap pondok ini dipindah sehingga warga tak resah seperti saat ini," tambah Maryono.
Sebelumnya, MUI Jember menyatakan jika Ponpes Robbani tidak mengajarkan aliran sesat namun metode yang diberikan cukup keras sehingga menimbulkan pertentangan. Selain itu pula, pendirian ponpes tidak memenuhi syarat, pengasuh tidak menetap di area ponpes dan hanya digunakan sebagai persinggahan sementara. Sedangkan jumlah santri menetap yang hanya 5 orang.
(fat/fat)











































