Kondisi mayat sudah membusuk dan cukup memprihatinkan. Bagian tulang leher belakang patah, di bagian kepalanya juga terdapat bekas luka cakar. Pria yang di lengan kirinya bertato gambar bunga itu ditemukan bertelanjang dada. Korban hanya mengenakan celana pendek warna hitam.
Meski cukup kental dengan dugaan pembunuhan, polisi masih memilih enggan berspekulasi atas penyebab kematian pria tersebut. Karena itu, usai melakukan olah TKP mayat pria tanpa identitas itu dilarikan ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.
"Kami masih menunggu pemeriksaan dokter, termasuk kaitannya dengan tulang leher yang patah dan luka cakar di kepala korban. Yang jelas, korban sudah meninggal sekitar satu mingguan. Di lokasi kami tidak menemukan adanya identitas korban," kata Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Sunarto, Jumat (6/7/2012).
Keterangan yang dihimpun, mayat pria itu kali pertama ditemukan Kamis (5/7/2012) sore. Kabar itu disampaikan ke petugas PHPA Baluran yang dilanjutkan ke polisi.
"Olah TKP dilanjutkan hari ini. Kami masih berusaha mencari identitas korban, barangkali ditemukan. Identitas korban itu sangat diperlukan untuk kepentingan penyelidikan," lanjut Sunarto.
Selain tidak ditemukan identitas, pakaian yang dikenakan korban sangat terbatas. Korban bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek warna hitam. Ciri-ciri yang cukup menonjol hanya tato bunga yang cukup bagus di lengan kiri korban. Tato itu masih keliatan jelas, meski sebagian kulit tubuh korban sudah membusuk.
"Tatonya bagus, gambarnya halus dan tidak serampangan. Mungkin ada warga yang memiliki kerabat hilang bisa segera dicek," pungkas mantan Kapolsek Srono, Banyuwangi itu.
(/)











































