Pencegahan dilakukan agar penyakit difteri tidak menular dan bisa diminimalisir penyebarannya dengan cara pemberian vaksin pada setiap orang yang ada di gedung DPRD Jember.
"Satu anggota kami ada yang terinfeksi difteri, karenanya kami meminta dinas kesehatan untuk member vaksin agar tidak semua orang yang ada di gedung ini tertular penyakit yang sama," kata Ayub Junaedi Ketua Komidi D DPRD Jember kepada detiksurabaya.com, Jumat (6/7/2012).
Pemberian vaksin tak hanya di kawasan kota saja, namun pencegahan ini akan disebar di seluruh puskesmas untuk mendatangi masyarakat untuk memberi vaksin, sehingga angka penderita bias ditekan.
"Jember ini juga dinyatakan KLB sehingga dinas kesehatan harus juga member vaksin yang sama ke masyarakat melalui petugas yang ada di puskesmas," tambahnya.
Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Jember mencatat hingga awal Juli 2012 ini, pasien difteri mencapai 16 orang. Satu diantaranya seorang anak warga Kecamatan Silo meninggal dunia. Jumlah ini diharapkan tidak bertambah, sehingga tidak meningkat dari tahun 2011 lalu yang mencapai 24 kasus.
"Balita yang terserang penyakit ini rentan menyebabkan kematian daripada orang dewasa, penularan yang cukup mudah yakni bisa melalui bersin maupun air ludah diharapkan bisa dicegah dengan cara memberi imunisasi vaksi seperti yang saat ini kita dilakukan," tegas Yumarlis Humas Dinas Kesehatan Jember.
Dinas kesehatan telah melakukan pemetaan wilayah endemik sehingga petugas bias mengambil langkah untuk memutus mata rantai penyebarannya di masyarakat. "Daerah kasus di jember ini diantaranya di kecamatan Sumberbaru, Silo, Mumbulsari dan Tempurejo," katanya.
(fat/fat)










































