Pasien Gagal Ginjal Ngeluruk Pemkab Malang

Pasien Gagal Ginjal Ngeluruk Pemkab Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 06 Jul 2012 11:59 WIB
Pasien Gagal Ginjal Ngeluruk Pemkab Malang
Malang - Belasan pasien gagal ginjal kembali ngeluruk Pendopo Kabupaten Malang, Jumat (6/7/2012) siang. Mereka berasal dari berbagai kecamatan ini mengaku kecewa tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Selain itu, para pasien merasa dibohongi atas keputusan DPRD dan RSUD Kanjuruhan merujuk ke RS Wava Husada untuk menjalani cuci darah.

"Tapi kami malah diusir, karena Wava merasa tak ada yang tanggung jawab," ucap Yulaikah satu dari belasan pasien.

Sebelumnya, warga Lawang, Kabupaten Malang, ini bersama enam pasien gagal ginjal ditolak RSSA karena program jamkesda ditutup telah mendapatkan rujukan cuci darah ke Wava Husada sesuai petunjuk DPRD dan RSUD Kanjuruhan.

"Mendengar putusan itu kami senang, tapi ternyata tak ditangani karena takut tidak ada yang bayar," terang Rianti kepada wartawan di lokasi.

Para pasien mengaku, sudah mengalami mual dan muntah akibat penanganan terlambat. Semestinya mereka sudah dua kali menjalani cuci darah di RSSA sesuai jadwal.

Karena tak mengetahui harus kemana, Yulaikah bersama belasan pasien lain rela menunggu di areal parkir depan gedung sekretaris daerah Pemkab Malang.

Mereka tak berkenan lagi datang ke ruangan bupati, karena sebelumnya tak juga mendapat perhatian. "Kami warga kabupaten, dalam kondisi sakit tapi hanya bisa ngemper di teras ini," sesal para pasien.

Direktur RSUD Kanjuruhan Harry Hartanto mengatakana, pihaknya tengah kesulitan mengatur jadwal pasien cuci darah jika jatah penanganan ditambah. Sebab, peralatan hanya sebanyak 6 unit hanya dapat digunakan oleh 12 orang secara bertahap.

"Kalau tambah lagi, mesin tak bisa mengatasi," tutur Harry ditemui saat mendampingi Bupati Malang Rendra Kresna menghadiri panen raya di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Jumat siang.

Menurut dia, solusi terbaik adalah RSSA kembali membukan peluang pasien jamkesda bisa berobat kembali. "Hanya satu RSSA kembali mau menerima pasien jamkesda," tuturnya.

Hingga pukul 11.15 WIB, belasan pasien gagal ginjal masih menunggu di areal parkir dengan pengawasan Satpol PP.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini