Empat kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah sebuah truk gandeng, dua truk tronton bermuatan semen, dan sebuah truk bol bermuatan semen curah. Sementara korban tewas adalah Nur Kosim (49) pengendara truk gandeng L 8920 UT asal Sidoarjo.
Menurut sejumlah saksi, truk gandeng yang dikemudikan Nur Kosim melaju dari timur atau arah Tuban menuju Semarang. Sesampai di lokasi, truk oleng dan melaju di jalur kanan.
Sementara dari arah berlawanan melaju truk bernopol N 8726 UB, yang dikemudikan Suyono. Akibatnya, kedua truk bertabrakan. Nur Kosim tertancap besi bamper samping truk hingga tewas, sedangkan truk yang dikemudian Suyono terhempas di sebalah utara jalan.
Tak cukup sampai di situ, truk gandeng masih terus melaju dan menabrak tronton nopol S 8349 UF yang dikemudikan oleh Bunyani, yang juga dari arah barat. Saking kencangnya, usai menabrak tronton, truk gandeng juga menghantam truk bool W 8732 UC pengangkut semen curah juga dari arah berlawanan.
"Setelah menabrak truk bool, truk gandeng baru berhenti usai menghantam pagar rumah warga. Dan sopirnya sudah dalam keadaan tewas tertancap besi di tubuhnya," ujar Kardi, warga setempat.
Akibat kecelakaan ini, jalur pantura sempat macet total sampai beberapa jam. Baru setelah petugas mengevakuasi korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan, kemacetan mulai terurai.
"Dari hasil pemeriksaan di lokasi, sementara dugaan kecelakaan ini akibat sopir truk gandeng yang mengantuk. Namun, untuk memastikan semuanya, kita masih butuh keterangan dari sejumlah saksi," jawab Kasat Lantas Polres Tuban AKP Sugeng Setya Trisna di lokasi.
(fat/fat)











































