"Terus anak saya ini mau cuci darah kemana," ucap Riati salah satu keluarga pasien, Rabu (4/7/2012).
Warga Lawang, Kabupaten Malang, ini mengaku, Yulaikah (37), putrinya harus segera menjalani cuci darah sesuai jadwal yang ditentukan tim medis RSSA Malang.
"Sudah waktunya harus cuci darah," ujar seraya terus menangis.
Kekecewaan juga terlihat dari puluhan keluarga pasien lain yang bersamaan datang ke gedung DPRD. Mereka terus mengecam pemerintah daerah dipandang tak memperhatikan nasib warga miskin.
"Kita sedang kesulitan, malah disuruh mengurusi nasib sendiri," terang Riati.
Sebelumnya, para keluarga pasien Jamkesda ini sudah mendatangi kantor Bupati Malang, namun mereka harus gigit jari setelah bupati tak berada di tempat.
Kondisi itu tak menyurutkan nyali mereka meminta keadilan dengan mendatangi kantor dinas kesehatan yang bertugas mengeluarkan Surat Pernyataan Miskin (SPM) sebagai rekomendasi mendapatkan Jamkesda.
"Apa kata dinkes, jawabnya dananya sudah habis," sesal keluarga pasien lain.
Wakil rakyat menjadi pilihan terakhir warga untuk merealisasikan tuntutan mereka. Meski sempat menunggu lama, warga miskin ini akhirnya ditemui Komisi B DPRD Kabupaten Malang. Hingga pukul 14.00 WIB pertemuan masih berlangsung.
(fat/fat)











































