Kedatangan mereka menuntut adanya jaminan dari Pemerintah Kabupaten Malang untuk mendapatkan pelayanan Jamkesda di RSSA. "Kami ingin temui pak bupati," tegas Wiwin, warga Kasembon, Kabupaten Malang kepada wartawan di ruang tunggu Bupati Malang.
Menurut Wiwin, ayahnya harus rutin menjalani perawatan medis dua kali dalam sepekan akibat mengalami gagal ginjal. "Harus rutin tiap Senin dan Kamis," tuturnya.
Selama ini lanjut dia, Jamkesda menjadi pilihan untuk perawatan orang tuanya, pasca mendapatkan rujukan dari RSUD Kanjuruhan. "Kalau biaya sendiri hampir satu juta," sambung dia.
Sejumlah keluarga pasien Jamkesda juga turut bersama Wiwin untuk meminta langkah tegas pemerintah daerah. "Kami ingin ketemu bupati langsung," ujar Wiwin diamini warga lain.
Sementara Bupati Malang Rendra Kresna tengah tak berada di kantornya karena tengah mengikuti kegiatan luar. "Bupati masih di Gondanglegi," tutur petugas di ruang tunggu Pendopo Kabupaten Malang Jalan KH. Agus Salim.
Mendengar jawaban itu, Wiwin bersama keluarga pasien Jamkesda lain bersikeras menunggu hingga bupati datang. "Akan kami tunggu sampai datang," ucap Wiwin kesal.
(bdh/bdh)











































