Informasinya, kejadian ini berawal saat Briptu Sufyan mengikuti patroli opensif di wilayah Awang-awang, Senin (2/7/2012) sekitar pukul 22.00 WIB. Sepulang dari patroli ini, korban langsung beristirahat di sofa belakang mapolsek.
Secara mendadak, korban berteriak histeris karena kepalanya sakit sekitar pukul 04.00 WIB. Briptu Sufyan juga mengerang kesakitan saat hidungnya mengeluarkan darah. Tak hanya itu, kepalanya juga terus mengeluarkan darah.
Rekan korban yang mendengar teriakan itu langsung panik melihat kepala Briptu Sufyan penuh darah. Tak banyak bicara, anggota Polsek Pungging lainnya langsung membawanya ke RSUD Dr Soekandar Mojosari.
Hasil penanganan medis, pihak rumah sakit memastikan kepala Briptu Sufyan terluka akibat benturan benda tumpul. "Pasien ini terkena benturan benda tumpul. Kepalanya mengalami pendarahan," kata Nikolas, dokter jaga.
Untuk memastikan penyebab pendarahan kepala korban, tim dokter membawanya ke RS Citra Medika Balongbendo Sidoarjo untuk dilakukan Ct Scan. Hasilnya, korban ini mengalami keretakan tempurung kepala.
"Kepalanya ini retak. Logikanya pasti benturan dengan benda keras," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Pungging AKP Siswoyo membantah jika Briptu Sufyan terkena pukulan benda tumpul. Bahkan, pihaknya juga membantah jika Briptu Sufyan ini korban penganiayaan.
"Korban tidak pernah memiliki penyakit. Saat pulang dari patroli, kondisinya juga baik," kata Siswoyo, Selasa (3/7/2012).
Siswoyo sendiri masih menyelidiki kasus yang menimpa anggotanya ini. Bahkan, rumor yang beredar di kalangan Polsek Pungging, Briptu Sufyan diduga dihajar makhluk halus sepulang dari tugas.
"Ini di luar nalar akal manusia. Yang jelas kelihatannya dihajar dedemit. "ujar salah satu anggota.
Kini, Briptu Sufyan masih dirawat di ICU RSUD Dr Soekandar Mojosari. Usai kejadian ini, polisi menggelar ruwatan di Mapolsek Pungging agar kejadian serupa tak terulang kembali.
(bdh/bdh)










































