Diduga Ortu Sandang Tuna Netra, Keyla Gagal Diterima SD Negeri

Diduga Ortu Sandang Tuna Netra, Keyla Gagal Diterima SD Negeri

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 29 Jun 2012 12:18 WIB
Malang - Keyla Putri, warga Jalan Kapi Pramuja Blok 18B No 17 Perumahan Sawojajar II, Kabupaten Malang, gagal masuk SDN Sawojajar 1 Kota Malang. Penyebabnya, diduga karena orang tuanya menyandang tuna netra.

Dalam Proses Penerimaan Siswa (PSB) digelar SD beralamat di Jalan Raya Sawojajar itu, pihak sekolah membuka tanya jawab langsung kepada calon siswa.

Dalam proses itu Keyla menjalani tes wawancara selama 15 menit terkait masalah akademik serta terakhir tentang latar belakang kedua orang tuanya.

Saat ditanya pekerjaan orang tuanya, Keyla menjawab dengan polos, bahwa Kifli Ismunandar ayahnya tak bekerja karena menyandang tuna netra. Sedangkan sang ibu bekerja sebagai buruh cuci dan setrika panggilan.

Namun saat pengumuman PSB SD Negeri 1 Sawojajar nama Keyla tak tercatat sebagai calon siswa yang lolos seleksi.

"Tanpa alasan hingga anak saya menangis tahu tak lolos dari pengumuman," tutur Kifli, orangtua Keyla kepada wartawan (29/6/2012).

Ia kemudian menduga kondisi fisiknya menjadi alasan sekolah tak meloloskan anaknya dalam seleksi PSB itu. "Keyla jadi kecewa apakah karena jawaban itu soal pekerjaan orang tuanya," sesal Kifli.

Menurut dia, putrinya hampir pasti memenuhi persyaratan jika diberlakukan oleh SD Negeri 1 Sawojajar. Apabila tempat tinggalnya menjadi alasan, karena di wilayah Kabupaten Malang sangat tidak tepat.

Sebab, banyak putra-putri tetangganya yang mengenyam pendidikan di sekolah itu. "Karena lokasi sekolahnya dekat menjadi pilihan kami, banyak tetangga yang menyekolahkan anaknya disitu (SDN 1 Sawojajar,red)," paparnya.

Tujuannya, mengetahui penyebab kegagalan tersebut. Apakah karena nilai hasil ujian yang jelek atau sebab lain.

Ia sebenarnya sudah berniat menanyakan kejelasan putrinya tak lolos dalam PSB. Tapi keinginan itu tidak terwujud, karena tidak ada satu pun perwakilan sekolah yang mau menemuinya.

"Tidak ada yang nemui, hanya diminta besok datang lagi," tutur dia seraya mengaku seluruh dokumen putrinya masih tertahan di SDN 1 Sawojajar.

Kasek Bettin SD Negeri 1 Sawojajar membantah tudingan orang tua Keyla dalam proses PSB melalui wawancara perihal latar belakang orang tua. "Tidak ada wawancara seperti itu," ujarnya dikonfirmasi terpisah.

Ia menguraikan, jika dalam PSB sekolahnya mengajukan sejumlah kriteria kepada calon siswa, yakni batasan usia 7 sampai 12 tahun, domisili, serta dapat membaca dan menulis huruf serta angka. "Ada skor hasil tes itu, tapi tak perlu diumumkan," urainya.

Dalam PSB tahun ini, lanjut dia, membutuhkan sekitar 100 siswa baru warga luar daerah juga diberikan tempat meski kuotanya sedikit. Dirinya juga membantah akan secara khusus memanggil orang tua Keyla besok.

Sebab, pihaknya tak menganggap masalah itu benar-benar terjadi. "Tidak ada pertemuan, kalau mau temui saya langsung apa maksud dan tujuannya," tandas Betti seraya menutup wawancara.

(bdh/bdh)
Berita Terkait