Akibat kecelakaan dua truk tersebut, jalur lalu lintas setempat sempat macet. Karena bangkai truk Nissan Built Up bermuatan air mineral melintang di tengah jalan.
Antrean panjang kendaraan pun terjadi hingga beberapa kilometer. Kemacetan baru bisa diurai dengan sistem buka tutup, setelah bangkai truk berhasil ditarik ke sisi utara badan jalan. Polisi masih menunggu bongkar muatan truk untuk menderek truk tersebut ke tepi jalan raya.
"Tidak ada korban jiwa, hanya dua sopir dan satu keneknya terluka. Cuma tadi posisi truk memang melintang di tengah jalan hingga sempat terjadi macet. Mungkin kemacetannya sekitar 45 menit. Makanya kami tarik ke sisi utara agar kemacetan tidak panjang. Ini kami menunggu muatannya dibongkar," kata Kanit Laka Satlantas Polres Situbondo Iptu Bahtiar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, kerasnya adu bodi membuat kedua sopir terluka akibat terkena benturan besi kabin truknya yang sama-sama ringsek.
Sopir truk L-8101-ZZ, Roni Santoso (35), warga Pandaan, Pasuruan, menderita luka di bagian dahinya. Sedangkan sopir truk diesel Hendri (27), warga Singosari, Malang, mengalami luka di bagian kaki. Kenek truk diesel Siswanto (25), juga warga Malang, menderita luka serupa. Ketiganya langsung dievakuasi ke Puskesmas Bungatan untuk mendapat perawatan.
Keterangan yang dihimpun, kecelakaan dua truk itu terjadi di jalan raya KM 174 arah Surabaya, Desa Pasir Putih, Jumat (29/6/2012) pagi. Menurut Bahtiar, kecelakaan diduga kuat dipicu sopir truk diesel N-8362-CB, Hendri, mengantuk saat sedang mengemudi.
Saat itu, truk warna putih itu melaju kencang dari arah timur ke barat. Setibanya di lokasi, truk oleng ke kanan hingga menabrak truk L-8101-ZZ yang datang dari arah berlawanan. Saking kuatnya benturan, moncong dua truk itu sama-sama ringsek cukup parah.
"Dugaan sementara sopir truk yang dari arah timur memang mengantuk.
Tapi kepastiannya masih sedang kami selidiki," pungkas Bahtiar.
(bdh/bdh)










































