Dalam pantauan detiksurabaya.com di lokasi, banyak poster dibentangkan di depan pintu masuk TPU tersebut. Diantaranya, "warga patuk sidotemu jangan dibodohi"."Aku digantung" "tolong aku, umi". "Jangan ada rekayasa proses hukum buat Umi Lailiyah, warga tidak terima hal itu".
Sementara menurut Kades Sidotemu Yudi Setiawan pembongkaran makam itu merupakan permintaan warga sendiri. Karena, warga banyak yang tidak terima atas pernyataan dari pihak kepolisian.
"Pembongkaran makam ini merupakan atas permintaan warga dan keluarga korban sendiri. Karena, warga tidak terima kalau Umi Lailiyah dikatakan bunuh diri," kata Yudi kepada detiksurabaya.com, Rabu (27/6/2012) di lokasi kejadian.
Diberitakan sebelumnya, Umi Lailiyah (13), pelajar SD kelas 6 ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi dalam keadaan telanjang bulat pada 8 Juni 2012. Pertama kali yang menemukan ibu kandungnya, Indayati sekitar pukul 21.30 WIB usai pulang kerja sebagai pembantu rumah tangga.
(fat/fat)










































