Kendala yang dialami tim SAR yakni medan yang sulit, kondisi cuaca serta minimnya perlengkapan yang dibawa tim penolong.
"Upaya pencarian yang kami lakukan memang terkendala alat. Kita tidak memiliki alat selam untuk melakukan penyisiran. Hanya ada perahu yang ada di Ranu Regulo ditambah perahu karet dari SAR Kabupaten Lumajang saja. Namun, personil yang kita kerahkan sudah maksimal," jelas Kepala Bidang Pengelolaan Taman Wilayah II TNBTS di Kabupaten Lumajang Anggoro Dwi Sujiarto, Minggu (24/6/2012).
Tim yang dikerahkan dalam pencarian lanjut Anggoro, terdiri dari 22 personel TNBTS dari 6 resort berbeda di seputaran Semeru dan Malang. Sedangkan dari SAR Kabupaten Lumajang menerjunkan belasan personel, ditambah dari BPNB Kabupaten Lumajang dan Polsek Senduro.
Upaya pencaran ini diakui Anggoro tidak mudah dilakukan, karena dinginnya suhu di Ranu Regulo. "Suhunya sangat dingin, dengan perlengkapan seadanya tidak mungkin dilakukan penyisiran dengan penyelaman. Sementara ini, kita melakukan penyisiran permukaan dengan perahu saja. Ada kemungkinan, kita akan memintakan bantuan dari Basarnas nantinya," terangnya.
Proses pencarian terhadap korban Ukasyah sendiri menurut Anggoro, sesuai protap yang ada, akan dlakukan selama 3 hari setelah dilaporkan dan bisa diperpanjang selama 7 hari.
"Setelah 7 hari, upaya pencarian akan dikoordinasikan dan dievaluasi apakah diperpanjang atau nantinya dihentikan," pungkas Anggoro.
(bdh/bdh)