"Dalam kejadian ini, korbannya hanya 2. 1 Orang meninggal dunia dan 1 orang hanya luka ringan. Jadi bukan 5 orang meninggal dunia seperti yang diberitakan," kata Faiq kepada detiksurabaya.com melalui telepon, Jumat (22/6/2012).
Ia mengatakan, proses pencarian korban terus dilakukan. Pihaknya dan kepolisian juga menggali informasi ke warga sekitar, terkait kemungkinan adanya korban lagi yang tertimbun sampah tersebut. Namun hasilnya nihil dan tidak ada seorang pun yang berkomentar.
"Sampai pencarian selesai, warga saat ditanya hanya diam saja. Kapolres (Kapolres Tuban AKBP Awang Joko Rumitro) juga bertanya, tapi warga hanya diam dan geleng - geleng saja," tuturnya.
Faiq menegaskan, PT Semen Gresik menyesalkan kejadian ini. Katanya, kejadian ini di luar kemampuan PT Semen Gresik.
"Kita sudah melarang dan meminta bantuan Polsek Krek. Tapi mereka berbondong-bondong dan nggak mau diusir," ujarnya.
Satpam sudah melarang warga agar tidak masuk atau mendekati gunungan sampah itu. Tapi warga masih nekat dan berusaha masuk dengan cara memanjat tembok yang letaknya berdekatan dengan masyarakat, kemudian menjebol tembok selebar sekitar 2 meter.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Polres Tuban meminta bantuan pasukan dari Brimob untuk ditempatkan di area tersebut.
"Karena ini daerah terlarang," jelasnya.
(roi/fat)











































