longsor di Tuban. Kepala Biro Humas PT SG Harry Subagiyo menegaskan, PT SG Tuban sebenarnya sudah melarang pengepul atau orang yang mencari sampah di sekitar lokasi.
"Sebenarnya SG sudah melarang tidak boleh ada yang mendekati lokasi itu. Larangan itu sudah sesuai aturan main, melihat sisi seperti keselamatan," ujar Harry, saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (22/6/2012).
Ia mengatakan, petugas satpam sudah melarang pemulung yang ingin mencari sampah di gunungan sampah itu. Namun, jumlahnya semakin lama semakin banyak, sehingga satpam tersebut tak berkutik dan membiarkan warga masuk mencari sampah.
"Sudah dilarang sama satpam. Kemudian pemulungnya jumlahnya banyak yang masuk," tuturnya.
Untuk membantu mengawasi area tersebut, Semen Gresik di Tuban menghubungi aparat kepolisian terdekat. Bahkan, pada saat kejadian itu, juga terdapat petugas keamanan dari satpam dan polisi.
"Ya tadi juga ada polisinya. Kejadian sore ini di luar kontrol kita," ujarnya.
Dalam kejadian ini, Harry juga bertanya-tanya, terkait jumlah pemulung yang semakin banyak mencari sampah di area itu.
"Dalam 2-3 hari ini jumlahnya diluar perkiraan dan semakin banyak. Padahal sebelumnya hanya 10 orang. Ada apa sih, kok sampai sekian ini. Saya sendiri heran. Sebenarnya sampahnya biasa saja. Makanya kami minta bantuan kepolisian," katanya.
Untuk sementara ini, Semen Gresik belum memikirkan, apakah akan memberikan santunan bagi korban yang tewas tertimbun longsoran sampah tersebut.
"Nanti saya koordinasikan dulu dengan teman-teman di Tuban," jelasnya.
Seperti diberitakan sampah bangunan setinggi 5 meter di kompleks Pabrik Semen Gresik, Desa Sumberarum Kecamatan Krek, Tuban, longsor menimbun sejumlah orang.
Peristiwa itu bermula adanya ratusan warga sekitar pabrik mendatangi lokasi tumpukan sampah sisa bangunan untuk dijual lagi ke pengepul besi tua. Mereka saling berebut dan mencari sisa-sisa besi. Tiba-tiba saja sekitar pukul 15.00 WIB, tumpukan besi bercampur batu dan tanah longsor.
Diduga ada 5 warga yang terjebak dan masuk ke tumpukan longsor sampah. Warga di sekitar lokasi yang mengetahui ada korban, berusaha mencari dan melapor.
"Kabarnya ada 5 orang yang terkubur, malah lebih dari 5 orang," kata seorang warga yang ikut mengais sampah, Bambang (42) di lokasi.
(/)











































