Beruntung, sebelum amukan api terus membesar warga segera berhasil memadamkan dengan cara gotong royong dan manual.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Karena saat kebakaran terjadi kondisi toko sedang kosong. Pemiliknya Hariyanto pulang ke rumahnya, tak jauh dari tokonya tersebut. Namun begitu, kerugian yang diderita pemilik toko akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp 100 jutaan.
"Saya baru tahu setelah diberi tahu warga kalau toko saya kebakaran. Saat saya datang ke toko api sudah membakar bagian dalam," kata Hariyanto kepada wartawan, Jumat (22/6/2012).
Keterangan yang dihimpun, musibah kebakaran yang terjadi dalam toko pertanian Obama itu terjadi Kamis (21/6/2012) sekitar pukul 23.30 WIB malam. Saat itu kondisi toko sedang kosong karena pemiliknya pulang ke rumah. Warga yang tahu ada kebakaran bergegas membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api akhirnya baru berhasil dipadamkan setelah sekitar 1 jam kemudian.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran toko pertanian Obama tersebut. Dugaan sementara api muncul akibat hubungan arus pendek listrik dalam toko. Namun, muncul dugaan lain yang berkembang toko itu diduga sengaja dibakar oleh orang tak dikenal. Indikasinya, pintu bagian belakang toko diketahui jebol. Dari dugaan tersebut, motif terkuat adalah persaingan bisnis.
"Bisa saja begitu, tapi biarlah polisi yang menyelidiki," tukas Hariyanto.
Untuk mengetahui penyebab kebakaran toko Obama tersebut, aparat kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun begitu, polisi masih enggan menyimpulkan penyebab pasti kebakaran tersebut.
"Kami belum bisa memastikan, apakah karena korsleting listrik atau penyebab yang lain. Semuanya masih dalam tahap penyelidikan," tegas Kasubbag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi kepada detikSurabaya.com, Jumat (22/6/2012).
(fat/fat)











































