Pria Stres Tewas di Tangan Tetangga

Pria Stres Tewas di Tangan Tetangga

Irul Hamdani - detikNews
Rabu, 20 Jun 2012 11:00 WIB
Banyuwangi - Marjuki (45), warga Desa Jajag Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, meregang nyawa secara mengenaskan. Pria stres yang ditinggal kabur istrinya tersebut dianiaya tiga orang saat berada di kawasan Dusun Trembelang Desa/Kecamatan Cluring, Selasa (19/6/2012). Kini kasus tersebut ditangani aparat Polsek setempat.

Kurang dari 24 jam, polisi berhasil membekuk ketiga pelaku ditempat dan waktu yang berbeda. Ketiga pelaku yakni, Imam Maliki (35), Lukman (32) dan Amirul Faruq (22), ketiganya masih tetangga korban. Menurut Imam, dia merasa jengkel dengan korban yang ulahnya kerap meresahkan warga.

Terakhir menurut Imam, Rendi (6), anaknya disandera korban, Senin (18/6/2012). Rendi yang baru pulang sekolah diancam sebilah golok dan dipaksa minum 2 gayung air sumur dirumah korban. Bahkan korban memaksa sejumlah ibu-ibu menyaksikan aksinya. Bila tidak mau menyaksikan maka Rendi akan dibunuh. Imam sendiri mengetahui hal itu dari Rendi dan Purwati (32), istrinya.

"Anak saya mengadu ke saya," kata Imam, ditemui detiksurabaya.com, di Polsek Cluring, Rabu (20/6/2012).

Siang hari itu juga Imam mendatangi Marjuki. Namun Marjuki tidak ada di rumahnya. Di malam harinya justru Marjuki yang mendatangi Imam. Marjuki mengamuk dan merusak tanaman di pekarangan rumah Imam dengan sebilah parang. Esok paginya, Imam membuat perhitungan. Dia mengajak dua temannya, yaitu Lukman dan Faruq, untuk menuntut perbuatan Marjuki.

Pada akhirnya ketiga pelaku mendapati korban sedang ngamen di kawasan Desa Cluring. Tanpa menunggu lama, ketiganya menghampiri korban. Tiba-tiba saja korban menghunus pisau dari balik baju dan menyerang Imam Cs. Karena terancam jiwanya, Imam mengambil kayu dan memukul tepat ditangan korban hingga pisau terlepas. Karena emosi, akhirnya ketiga pelaku memukuli korban hingga babak belur.

"Habis itu saya dan Faruq membawa Juki pulang ke rumahnya," tambah Imam.

"Saya pulang duluan waktu itu," timpal Lukman.

Marjuki sendiri akhirnya tewas di rumahnya. Polisi membawa jasadnya ke rumah sakit untu diotopsi. Hal itu untuk memastikan secara pasti penyebab kematian korban. Di hari yang sama, ketiga pelaku ditangkap didua tempat berbeda.

Sementara itu, banyak warga mengatakan bila semasa hidupnya, Marjuki kerap meresahkan warga. Kerap kali dia digebuki massa karena berulah. Seperti saat dia ketahuan hendak memerkosa janda tua, tetangganya."Korbannya sudah ditelanjangi, tapi ketahuan warga," ungkap seorang warga.

(bdh/bdh)
Berita Terkait