"Truknya selip sendiri menabrak pohon sono di kanan jalan. Truk berjalan dari timur ke barat. Sesampainya di lokasi, dugaan sementara truk oleng ke kanan selanjutnya menabrak pohon," kata Kanit Laka Lantas Polres Mojokerto Ipda Sariyanto.
Pengamatan detiksurabaya.com di lokasi kejadian, kondisi tubuh Suwito, warga Desa Beloh, Kecamatan Trowulan Mojokerto ini terjepit bodi truk yang penyok. Bahkan, kedua kakinya patah. Selain itu, mulutnya terus mengeluarkan darah.
Menurut Ito (40), saksi mata di lokasi, awal kecelakaan tersebut bermula saat truk tersebut melaju kencang dari arah timur (Pasuruan). Saat sampai di lokasi kejadian, tiba-tiba truk yang dikendarai Suwito oleng ke kanan dan menabrak pohon di utara jalan.
"Truknya langsung menabrak pohon. Sopirnya terjepit truk dan langsung meninggal," kata Ito di lokasi.
Kejadian ini membuat tubuh Suwito tergencet dan langsung tewas di lokasi kejadian. Polisi menduga, kecelakaan ini disebabkan muatan truk yang penuh dan menyebabkan truk selip. Sebab, saat itu truk bernopol S 9363 Q ini, kecepatannya cukup tinggi.
Proses evakuasi yang dikerumuni ratusan warga berlangsung tragis. Tubuh tambun Suwito yang terjepit, membuat polisi kesulitan untuk mengeluarkannya. Hingga, satu jam kemudian, polisi menarik bodi truk yang diikat seling dan jenazah Suwito berhasil dievakuasi.
Usai berhasil dievakuasi, jenazah Suwito langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Wahidin Soediro Husodo Kota Mojokerto. Kecelakaan ini membuat arus lalu lintas Mojokerto - Pasurudan dan sebaliknya macet total 3 Km selama satu jam lebih saat proses evakuasi.
(bdh/bdh)











































