"Latihan ini bertujuan memantapkan kemampuan masing-masing personil di lapangan," ujar Panglima Kostrad Letjen TNI Munir di Markas Infantri Divisi II Kostrad di Singosari, Kabupaten Malang, Senin (11/6/2012).
Munir mengungkapkan, bahwa latihan bersama ini telah digelar keenam kalinya melibatkan negara lain sejak Tahun 2007. Seperti Malaysia, India, Singapura dan Amerika Serikat saat ini.
Langkah ini juga mengamanatkan UUD 1945 untuk menjaga perdamaian dunia. Keterlibatan Indonesia dalam pasukan perdamaian PBB menjadi pengalaman berharga bagi personel TNI.
"Jika ditugaskan bersama akan memahami satu sama lain," sambung Munir.
Dalam latihan ini, lanjut dia, menggali kemampuan taktik dan teknis serta proses operasi sebagai pasukan multinasional untuk mengambil keputusan pada operasi militer selain perang dan kegiatan karya bakti.
"Modul latihan mengacu standar umum PBB atau standar generic training module," beber Munir.
Komisaris Jenderal Consulat General Of The United States Surabaya Kristen F Bauer, mengatakan, penanganan bencana alam di Indonesia akan menjadi prioritas dalam latihan bersama ini. "Bagaimana kita menangani bencana alam dari pengalaman masing-masing kedua negara," terang Kristen terpisah.
Ia juga bersyukur kerjasama bilateral dalam bentuk latihan militer ini menjadi jembatan hubungan ke depan lebih baik. "Semoga kerjasama akan semakin baik," imbuh dia.
(fat/fat)










































