"Apapun adanya kami tidak akan masuk TOW. Kalau mereka tetap berdemo, saya hormati karena mereka juga menyampaikan aspirasi dan sama-sama sopir," kata Iswahyudi saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (4/6/2012).
Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Jatim itu mengatakan, demo itu sebaiknya menyampaikan aspirasi bukan melakukan intervensi. Dan sebaiknya kebijakan walikota dan dishub dievaluasi. Pihaknya akan menjamin bus jurusan Semarang tetap berjalan seperti biasa.
"Kami tetap tidak akan bergeming atau melakukan aksi tandingan. Kami akan beraksi bila diganggu," tambahnya.
Dirinya berharap konflik ini segera terselesaikan agar konsumen dan penumpang tidak menjadi korban.
Pihaknya menyarankan sebaiknya pemkot tidak menambah, memperluas atau memperpanjang trayek. Selain itu awak bus jurusan Bojonegoro-Tuban silakan ke Terminal Purabaya Bungurasih, tidak hanya di Terminal Oso Wilangun (TOW).
Sama halnya dengan bus jurusan Jember atau Yogyakarta. Jika ingin meneruskan perjalanan ke TOW, silakan.
"Kami berharap tidak ada pemaksaan kehendak, seperti keputusan trayek baru kemarin. Tidak mungkin dirjen memberi keputusan memindah trayek jika sebelumnya sudah muncul keputusan yang kita tidak tahu," tegasnya.
(iwd/fat)










































