Dengan mendobrak pintu masuk rumah, akhirnya korban baru diketahui jika tewas dengan leher digorok benda tajam. "Korban tewas dengan leher digorok, dirumah ini pula korban tinggal dengan anak istrinya," kata AKP Nurhadi Kapolsek Rambipuji kepada detiksurabaya.com Rabu (30/05/12).
Dari olah TKP, polisi tidak menemukan adanya barang-barang milik korban yang hilang.
"Semua perabotan di dalam rumah masih utuh semua tidak ada yang hilang satupun," tambah kapolsek di lokasi kejadian.
Korban yang bersimpah darah langsung dievakuasi petugas ke kamar mayat RSUD dr Soebandi Jember untuk divisum.
Menurut mertua korban, saat kejadian Darmawi sedang tidur dengan anaknya di dalam kamar, namun tidak terdengar apa-apa bahkan tetangga dekat juga tidak mengetahuinya. Warga baru tahu ketika istrinya yang membuka pintu dan menjerit setelah melihat suaminya berlumuran darah.
"Dia tadinya tidur dengan anaknya ini, mendengar ada jeritan saya ke rumah dan melihat banyak darah," Ungkap Wiji, mertua korban sambil menggendong cucunya.
Korban dikenal warga sekitar orang pendiam dan pekerja keras, sehingga warga sekitar mengenalnya sebagai sosok orang yang baik.
"Dia sering membantu warga sini untuk membetulkan rumahnya, saya sendiri tidak yakin dia punya musuh karena dia orangnya pendiam," ujar Rukmini tetangga dekat korban.
Untuk kepentingan pemeriksaan, petugas memberi garis polisi agar warga sekitar yang melihat rumah duka tidak mendekat dan pemeriksaan bisa berjalan dengan lancar.
(fat/fat)










































