Warga yang sudah kesal mencoreti tembok dan gerbang dengan tulisan-tulisan yang mempresentasikan tuntutannya. Diantaranya 'Pabrik ini ditutup warga', 'disegel warga' dan tulisan lainnya.
Warga juga membakar ban bekas dan kayu sebagai wujud protes. Bahkan kekesalan warga sempat memuncak dan akan membakar truk pabrik. Beruntung warga yang marah berhasil dikendalikan petugas dari Polsek Purwosari yang turun ke lokasi.
"Sudah lama kali tercemar, kami menuntut tanggung jawab pabrik," kata Mashul salah seorang pengunjuk rasa, Senin (28/5/2012).
Akibat limbah pabrik, kata Mashul, air di sungai menjadi keruh sehingga tidak bisa digunakan untuk mengairi sawah. Limbah pabrik juga membuat warga yang memakai air sungai untuk mandi mengalami gatal-gatal.
"Kami ingin bertemu dengan pemilik perusahaan. Dia harus tanggungjawab," tegas Mashul diamini warga lainnya.
Namun sayang, keinginan warga bertemu dengan pemilik perusahaan gagal. HRD perusahaan, Ireng Sugiri mengatakan bosnya sedang berada di Surabaya.
"HRD-nya tadi janji akan menyampaikan tuntutan warga pada pemilik perusahaan," kata Eka Wara, Camat Purwosari yang berada di lokasi.
Gagal menemui pemilik perusahaan, warga bersikeras tidak mau membubarkan diri. Mereka masih menduduki gerbang pabrik. Beberapa diantara mereka masih tampak mencoret-coret tembok dan gerbang pabrik. Aksi warga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian.
(fat/fat)










































