Dari keterangan sejumlah warga korban yang sedang menyeberang rel dari arah utara tidak mengetahui KA yang melaju kencang dari arah timur. Korban terseret hingga sejauh 20 meter dari lokasi kejadian.
Korban tewas mengenaskan dengan kondisi kepala pecah. Sementara motor nopol N 3861 UI miliknya nyaris tak bernentuk.
"Kejadianya sangat cepat sehingga warga tidak sempat berteriak. Korban dari selatan," kata Rony, warga Masangan di lokasi.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan indentifikasi mayat korban. Tak adanya identitas yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian membuat polisi kesulitan. Korban memakai baju coklat dan diperkirakan berusia 50 tahun.
"Korban membawa peralatan pancing. Kemungkinan akan pergi memancing," kata Kapolsek Bangil Kompol Hadi Suryo.
Pihaknya mengaku akan mengkroscek nopol kendaraan korban ke Samsat untuk mengetahui siapa pemilik yang dibawa korban. "Sekarang kan libur, besok akan kita kroscek ke Samsat," imbuhnya.
Saat ini mayat pria naas tersebut berada di kamar mayat RSUD Bangil. Polisi berharap warga yang merasa kehilangan anggota keluarga mengecek ke rumah sakit atau menghubungi pihak kepolisian.
(bdh/bdh)











































