Sehingga mobil berpenumpang 17 orang itu tidak tahan melaju di jalanan menurun. Akibatnya sopir Dayat (45) warga Desa Gudang Kecamatan Asembagus, lepas kontrol dan menyebabkan mobil terguling.
"Dugaan sementara kecelakaan disebabkan kondisi kendaraan tidak layak. Tadi kami menemukan rem kendaraan blong," kata AKP H Mardjuki kepada detiksurabaya.com, Sabtu (26/5/2012).
Kasubbag Humas Polres situbondo itu menjelaskan, pihaknya juga menyelidiki penyebab lepasnya salah satu ban depan mobil. Apakah ban itu terlepas sebelum terguling, atau justru saat mobil terguling satu ban itu jadi terlepas.
"Untuk itu masih diselidiki. Yang pasti, kalau kapasitas penumpangnya normal, tidak sampai over," papar Mardjuki yang pernah menjabat KBO Satlantas Polres Situbondo itu.
Salah satu penumpang, selama perjalanan mobil sempat beberapa kali berhenti dan penumpang diturunkan karena kondisi mesinnya tiba-tiba panas. Bahkan, saat jalanan menanjak mesin mobil menderu dengan suara kencang hingga membuat penumpang panik.
"Setelah jalanan menanjak itu, jalanan langsung ganti menurun. Nah saat itulah mobil langsung nyelonong hingga terguling. Mobil sempat masuk ke jurang dan tersangkut ke pohon kedalaman sekitar 5 meter," tukas Mardjuki.
Sebelumnya, sebuah MPU (mobil penumpang umum) mengangkut rombongan acara lamaran asal Kecamatan Jangkar, Situbondo mengalami kecelakaan. MPU bernopol P-322-UE itu terguling 3 kali di jalanan menurun di Desa Sumberrejo, Kecamatan Besuki. MPU baru berhenti terguling setelah membentur pohon jati tepi jalan.
Akibat kecelakaan itu, sebanyak 3 penumpang MPU tewas. Tiga penumpang tewas itu antara lain si sopir Dayat (45) warga Kecamatan Asembagus dan 2 pengantar acara lamaran Hj Zainab dan Hj Rasyidah, keduanya warga Desa Pesanggerahan, Kecamatan Jangkar.
Selain menewaskan 3 penumpang, insiden kecelakaan tunggal itu menyebabkan 14 penumpang MPU itu mengalami luka berat dan ringan.
(fat/fat)











































