Seragam yang mereka kenakan pun beraneka warna. Ini karena mereka berasal dari beberapa sekolah berbeda. Seperti SMKN 1, SMA 1 dan SMK Bina Karya.
Aksi tersebut tergolong unik. Tak puas dengan mencorat coret seragam sekolah, sebagian pelajar mewarnai sekujur tubuh dengan cat. Tentu saja, pemandangan langka itu menyita perhatian pengguna jalan maupun warga di sepanjang rute yang mereka lalui. Bahkan dua anggota Satlantas Polres Pacitan yang melintas sempat menegur sebelum membiarkan mereka lewat.
"Ya sudah, yang penting harus tetap tertib dan tidak mengganggu lalu lintas," ungkap anggota polisi tersebut sambil berlalu.
Mereka mulai berkumpul di Perempatan Cuwik sekitar pukul 13.00 WIB. Para remaja itu lalu beriringan menyusuri Jalan Gatot Subroto kearah timur menuju pertigaan Jalan RO Iskandardinata. Mereka kemudian mengambil arah kiri menuju kompleks pemukiman yang merupakan rumah kos. Di tempat tersebut mereka lantas membubarkan diri.
"Saya memang punya nadzar kalau lulus pingin mengecat seluruh tubuh dengan warna hijau," kata Ahmad Pujiono, seorang siswa SMK Negeri 1 kepada detiksurabaya.com disela longmarch.
Pantauan detiksurabaya.com, momen kelulusan siswa SLTA di Pacitan secara umum berlangsung lancar. Meski disejumlah tempat masih didapati aksi konvoi dengan sepeda motor, namun keberadaannya tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.
Untuk mencegah pengerahan massa antar wilayah, ratusan aparat kepolisian diterjunkan untuk memblokir daerah perbatasan. Pelaku konvoi yang melanggar juga tak luput dari halauan petugas. Mereka dikenakan penindakan langsung karena tidak menaati ketentuan berlalu lintas.
"Rata-rata tidak melengkapi kendaraan dengan spion, lampu sign, dan sebagian dimodifikasi knaplotnya," terang AKP Hardono, Kasatlantas Polres Pacitan kepada wartawan di Pos 9.0 Penceng.
Untuk diketahui, sesuai daftar nominasi tetap jumlah peserta ujian nasional SMA/MA di Kabupaten Pacitan tahun ini mencapai 1.868 orang. Sedangkan untuk SMK sebanyak 2.668 orang. Dari jumlah itu siswa tidak lulus sebanyak 5 orang. Masing-masing dari SMA Punung 2 orang, SMK Negeri 2 1 orang dan SMK Diponegoro Tulakan 1 Orang.
(fat/fat)











































