Sakit, TKW Asal Pacitan Meninggal di Malaysia

Sakit, TKW Asal Pacitan Meninggal di Malaysia

Purwo S - detikNews
Kamis, 24 Mei 2012 17:01 WIB
Pacitan - Kabar duka kembali datang dari negeri jiran. Seorang TKW asal Kabupaten Pacitan, Seti (50) meninggal di Malaysia, setelah menderita sakit kepala hebat.

Jenazahnya perempuan warga Dusun Tawang Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo tiba di kampung halaman Kamis (24/5/2012) dan dimakamkam di pekuburan desa setempat.

"Kabarnya meninggal karena sakit kepala," kata Joko, seorang tetangga dihubungi detiksurabaya.com, Kamis ((24/5/2012).

Informasi yang dihimpun, kabar meninggalnya Seti diterima keluarga Senin (21/5/2012) lalu. Dua anak laki-lakinya yang ikut merantau di Johor, Malaysia memberitahu kerabat di kampung jika ibunya meninggal.

Proses pemulangan jenazah pun cukup menelan waktu sehingga jasad perempuan yang sudah 20 tahun bekerja di perkebunan kelapa sawit baru tiba di Pacitan hari Kamis. Meski TKW yang meninggal dipastikan warga Kabupaten Pacitan, namun pemerintah daerah justru belum mendapat laporan terkait kejadian tersebut.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dawamuri mengatakan setelah mendengar informasi tersebut pihaknya langsung mengecek buku register. Namun, nama yang bersangkutan tidak terdaftar.

"Untuk mengetahui kondisi sebenarnya, kami sudah menugaskan staf ke rumah duka untuk meminta keterangan keluarga," katanya ditemui wartawan di Pendopo Kabupaten Pacitan.

Terkait legalitas status Seti sebagai TKI, Dawamuri belum berani memastikan. Hal itu baru akan diketahui dengan melihat hasil pengecekan yang dilakukan petugas kepada keluarga. Hanya saja, berdasarkan temuan sementara, yang bersangkutan diduga kuat sebagai TKI ilegal.

"Tapi bisa jadi yang bersangkutan berangkat dari daerah lain," tandasnya.

Dia pun tidak membantah jika praktek pengiriman tenaga kerja ke luar negeri melalui jalur gelap masih terus terjadi. Akibatnya, saat peristiwa terburuk menimpa, pemerintah terkait tidak bisa berbuat banyak. Terutama menyangkut pengurusan santunan.

Belajar pada beberapa kasus serupa yang pernah terjadi, Dawamuri kembali mengimbau warga yang hendak bekerja ke luar negeri agar melengkapi diri dengan dokumen yang ditentukan serta berangkat melalui jalur resmi.

"Kami tidak bosan-bosannya selalu mengingatkan," pungkas Dawamuri.

(/)
Berita Terkait