Belakangan, diketahui suara keras itu berasal dari peralatan las milik Feri Ardiansyah (29) yang tiba-tiba meledak. Akibat ledakan tersebut, tubuh Feri sempat terpental hingga jarak 4 meteran.
Tak hanya itu, tenaga honorer Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Situbondo juga mengalami luka bakar cukup parah di bagian tangan dan kaki kanan. Melihat itu, warga langsung melarikan Feri Ardiansyah ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo untuk dirawat.
Saat bersamaan, sebagian peralatan las langsung terbakar. Beruntung, lokasi kejadian berdekatan dengan sungai hingga warga bisa cepat memadamkan api dengan menyiramkan air sungai. Belum diketahui pasti penyebab meledaknya peralatan las karbit tersebut. Namun, kuat dugaan selang las bocor hingga memantik api dan menyebabkan ledakan.
"Waktu meledak Feri sedang mengelas plat ini. Saya tidak tahu untuk apa. Katanya, tadi begitu selesai mengelas, alat las ini sudah dimatikan tapi malah meledak," kata Imam Pito Syarif, warga setempat.
Keterangan yang dihimpun, selain bekerja sebagai honorer DBMP Situbondo Feri juga dikenal punya keahlian lain sebagai tukang las. Dia pun memanfaatkan rumah Dinas DBMP yang ditempatinya di Jalan Mawar, Kelurahan Patokan, Situbondo, untuk membuka jasa las.
Sayang, upaya Feri mencari tambahan penghasilan itu berbuah petaka. Peralatan lasnya tiba-tiba meledak saat dia sedang mengelas plat berukuran kecil. Tak lama setelah kejadian, warga banyak berdatangan ke tempat terjadinya ledakan di depan rumah Feri Ardiansyah.
"Tadi ledakannya keras sekali, mungkin sampai radius 1 km. Makanya saya langsung berhenti menyetrika karena mengira gardu PLN yang meledak. Tidak tahunya lasnya si Feri yang meledak," tutur Ny Atun, timpal warga lainnya di lokasi kejadian.
(bdh/bdh)











































