Sadis! Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Digantung

Sadis! Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Digantung

Irul Hamdani - detikNews
Rabu, 23 Mei 2012 10:13 WIB
Banyuwangi - Sadis, seorang ibu dan anak perempuannya ditemukan tewas mengenaskan. Tubuh korban yakni, Yuni (45) dan Serly (28), warga Dusun Pandan Desa Kembiritan Kecamatan Genteng, Banyuwangi, ditemukan tergantung di gudang rumahnya.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Nanang Masbudi mengatakan, dari hasil olah TKP diduga kuat korban tewas dibunuh, Selasa (22/5/2012) malam. Mobil pickup (nomor polisi belum diketahui) milik korban diketahui tidak ada di tempat.

Sebab itu muncul dugaan motif pembunuhan adalah perampokan. Namun motif tersebut belum dipastikan secara menyeluruh.

"Dari olah TKP, betul korban pembunuhan. Masih didalami, kemungkinan perampokan karena mobil korban raib," ungkap Nanang dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (23/5/2012).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua korban sejak lama tinggal berdua setelah Yuni bercerai dengan suaminya. Yuni dibantu Serly, anaknya, mengembangkan usaha distributor kerupuk. Bahkan mereka memiliki banyak pekerja.

Mayat keduanya ditemukan setelah warga curiga karena beberapa hari rumah korban tertutup rapat. Warga terakhir kali melihat korban, Senin (21/5/2012) siang.

"Diduga korban dibantai hari Senin," ujar seorang sumber di kepolisian yang enggan disebut identitasnya.

Kecurigaan itu akhirnya dilaporkan ke Polsek Genteng. Saat pintu didobrak, polisi yang menggeledah menemukan kedua korban tergantung di ruangan yang digunakan sebagai gudang kerupuk.

Korban tergantung dengan kedua tangan terikat kebelakang. Kedua kaki mereka juga terikat tali. Wajah Serly terlihat penuh luka dan berlumuran darah. Diduga sebelum tewas, dia mengalami penganiayaan terlebih dulu.

Sedangkan mayat Yuni tidak ditemukan luka kecuali bekas jeratan di lehernya. Cincin dan kalung emas yang dipakai korban juga masih utuh. HP para korban diketahui masih ada di tempat. Spekulasi motif pembunuhan ini masih berkembang. Dari motif perampokan, sakit hati, hingga persaingan bisnis.

"Bisa jadi juga persaingan bisnis," jelasnya.

(fat/fat)
Berita Terkait