Disapu Gelombang, Nelayan Situbondo Tewas & Perahu Amblas

Disapu Gelombang, Nelayan Situbondo Tewas & Perahu Amblas

Ghazali Dasuqi - detikNews
Selasa, 22 Mei 2012 15:01 WIB
Situbondo - Cuaca buruk perairan laut Situbondo menelan korban jiwa. Seorang nelayan asal Desa Agel Kecamatan Jangkar, Situbondo, ditemukan mengapung di tengah laut.

Astoyo (60) terjatuh ke laut dan tenggelam setelah perahu miliknya disapu gelombang saat sedang mencari ikan. Mayat Astoyo ditemukan mengapung di tengah laut sekitar 20 mil dari bibir pantai desa.

"Mayat Astoyo alias Pak Darwiyah ditemukan nelayan lain di tengah laut. Sedangkan perahu jenis tengkong milik korban sampai sekarang masih hilang," kata Kepala Desa Agel, Aang Juharno kepada wartawan termasuk detiksurabaya.com, Selasa (22/5/2012).

Keterangan yang dihimpun, Astoyo dinyatakan hilang saat asyik mencari ikan sejak Minggu (13/5/2012) lalu. Saat kejadian cuaca di tengah laut tidak bersahabat karena sering disapu angin kencang disertai gelombang besar.

Meski sudah diingatkan, namun Astoyo masih nekat melaut. Menggunakan perahu jenis tengkong miliknya, Astoyo pergi mencari ikan sendirian. Benar saja, sejak pergi melaut itu dia tidak pernah pulang lagi ke rumahnya.

"Sejak dinyatakan hilang itu keluarganya sudah melakukan pencarian sampai ke Madura tapi tidak ditemukan. Baru tadi mayatnya ditemukan mengapung di tengah laut. Yang melihat pertama itu nelayan pesisisr Jangkar," sambung Aang Juharno.

Kabar ditemukannya mayat Astoyo langsung mengundang perhatian warga hingga berdatangan ke bibir pantai. Pantauan detiksurabaya.com, ratusan warga memadati tepi pantai menunggu evakuasi mayat Astoyo.

Mayat Astoyo sendiri dievakuasi menggunakan perahu nelayan ke tepi pantai. Suasana di tepi pantai berubah jadi histeris, saat dua perahu nelayan yang membawa mayat korban terlihat mulai mendekat.

Saat itu, beberapa kerabat korban langsung menangis histeris. Bahkan di antaranya terlihat ambruk saat mayat korban mulai diangkat dari perahu menuju ke daratan. Seketika itu mayat korban segera dievakuasi ke rumah duka diiringi ratusan warga. Ironisnya saat itu tidak satu pun anggota polisi yang terlihat di lokasi kejadian.

(fat/fat)
Berita Terkait