Dijewer Sampai Berdarah, Seorang Pelajar Polisikan Oknum Guru

Dijewer Sampai Berdarah, Seorang Pelajar Polisikan Oknum Guru

Ghazali Dasuqi - detikNews
Senin, 14 Mei 2012 17:12 WIB
Situbondo - Gara-gara kepergok main game saat pelajaran komputer, seorang pelajar SMKN di Situbondo kena hukum oleh gurunya. Kedua telinga M Kholil (16), dijewer oleh guru pengajar KKPI (Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi).

Sayang, tindakan sang guru bernama Adit itu dianggap kebablasan hingga telinga M Kholil mengeluarkan darah. Tak hanya itu, bagian belakang telinga siswa asal Kecamatan Panarukan, Situbondo, juga terluka.

Tak terima dengan perlakuan kasar sang guru, M Kholil pun memilih jalur hukum. Dengan diantar kedua orangtuanya dia melaporkan oknum gurunya itu ke Mapolsek Panji, Situbondo. "Telinga saya dijewer sampai keluar darah, pak. Sebelum dijewer saya juga ditempeleng. Makanya saya lapor ke polisi saja," kata M Kholil di Mapolsek Panji, Senin (14/5/2012).

Keterangan yang dihimpun, saksi hukuman yang diterima M Kholil terjadi di ruang praktek komputer SMKN 1 Panji, beberapa hari lalu. Saat itu, M Kholil bersama rekan sekelasnya di kelas II hendak mengikuti mata pelajaran KKPI. Saat diminta bersiap mengikuti mata pelajaran, M Kholil konon tepergok gurunya sedang bermain game di komputer.

"Padahal waktu itu saya baru membuka komputer, pak," sambung Kholil.

Meski begitu, sang guru rupanya tetap menilai tindakan Kholil yang bermain game bersalah karena tidak memperhatikan pelajaran yang diberikan. Saat itulah Adit langsung menghukum si murid dengan menempeleng dan menjewer dua telinganya.

Ditemui di tempat kerjanya, Adit mengakui jika menjewer kedua telinga muridnya yang bernama M Kholil. Itu dilakukan sebagai sanksi karena si murid tidak memperhatikan mata pelajaran yang diberikan. Saat memberikan pelajaran komputer Kholil malah bermain game. Namun begitu, Adit membantah keras jika dirinya juga disebut-sebut melakukan penamparan terhadap siswanya tersebut

"Kalau menjewer memang iya, tapi saya tidak menempeleng. Waktu itu saya hanya sempat mendorong karena dia menolak dipanggil ke depan. Itu semua saya lakukan bukan karena saya benci, tapi karena ingin mendidik agar dia tidak mengulangi perbuatannya," tandas Adit.

Kapolsek Panji AKP Mas Akhmad Sujalmo mengatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut. Dalam waktu segera pihaknya akan segera memintai keterangan saksi-saksi, baik dari pihak korban maupun terlapor.

"Tadi dari pihak keluarga korban meminta agar masalah ini bisa dimediasi polisi untuk bisa diselesaikan di sini (Polsek, red). Ya, kami tentu akan mengupayakan hal tersebut, karena hal itu permintaan dari keluarga korban sendiri," tukas Mas Akhmad Sujalmo.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini