Blokade yang dilakukan ratusan warga Dusun Bahdekan tersebut merupakan aksi lanjutan yang telah dilakukan sehari sebelumnya menyusul ada 7 warga mengalami keracunan akibat bau busuk yang keluar dari Gasuma.
"Seperti janji kita sejak awal, warga tidak akan bubar sebelum semua tuntutan kami dipenuhi oleh pihak perusahaan," ujar Malik, salah satu warga yang ikut dalam aksi.
Beberapa tuntutan warga antara lain meminta PT Gasuma bertanggungjawab penuh atas peristiwa keracunan yang terjadi dan memberi kompensasi kepada semua warga yang terdampak.
"Setiap hari kami mencium bau busuk. Tanaman pertanian juga tidak bisa panen akibat dampak beroperasinya perushaan ini," sambungnya.
Pihak Gasuma sendiri sebenarnya sudah menyatakan kesediannya memberi kompensasi. Tapi, warga memilih tetap bertahan di lokasi sampai ada perjanjian hitam di atas putih terkait kesepakatan kompensasi yang ada.
(fat/fat)











































