"Saya mohon maaf atas musibah ini, saya sudah usahakan, tapi gimana lagi. Semua saja saya mohon maaf," kata Slamet Sutrisno (58) warga Desa Kedungrejo Kecamatan Waru, Sidoarjo usai olah TKP kecelakaan, Senin (7/5/2012).
Ia mengatakan tidak ada kesengajaan dalam insiden maut tersebut. Kecelakaan disebabkan karena kondisi kendaraan sangat buruk. Menurut penuturannya, selaian rem bus blong dan handrem juga tidak berfungsi, kopling juga rusak sebelum kejadian.
Sesaat sebelum kecelakaan bus menghindari pengendara motor yang melaju dari arah berlawanan. Saat itulah ia banting setir ke kiri dan menabrak pohon dan batu kemudian terguling.
"Tidak disengaja, rem blong dan hand rem tidak berfungsi, hilang kendali," jelasnya gugup.
Sebelumnya Tim Laboratorium Forensik Cabang Surabaya, Polda Jatim dan Dinas Perhubungan Jawa Timur telah melakukan Olah TKP di lokasi kejadian, Jalan Raya Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Bangkai bus juga sudah dievakuasi dan dipinggirkan dari tengah jalan menggunakan crane.
(fat/fat)











































