Ritual suci ini dipimpin langsung ketua pengurus harian Tempat Ibadah Tri Dharma (TiTD) Kwan Sing Bio, Gunawan Putra Wirawan. Ritual yang terbagi menjadi 3 tahap itu berlangsung khusuk dan penuh hikmat.
Pertama, sembahyang menghadap ke halaman klenteng yang ditujukan kepada Tian atau Tuhan Yang Maha Kuasa demi mendapat berkah dan keselamatan.
Kemudian, tahap kedua dilaksanakan sembahyang menghadap ke altar Konco
Kwan Sing Tee Koen, dewa kepercayaan umat Klenteng Kwan Sing Bio. Dan
ketiga sembahyang di altar Tri Nabi, yakni Dewa umat Budha, Umat Tau dan
umat Kong Hu Cu.
"Perayaan Waisak memiliki makna yang sangat dalam karena berkaitan dengan
tiga peristiwa penting. Yakni kelahiran Budha, saat Budha mencapai kesempurnaan dan Budha mencapai Nirwana," kata Gunawan usai memimpin ritual di Klenteng yang berhadapan langsung dengan laut tersebut.
Dalam ritual ini, ujar Gunawan, selain berdoa untuk keselamatan diri para jemaah juga mendoakan semua umat manusian supaya dapat selalu hidup aman dan tentram.
"Dan kita juga berdoa supaya negara Indonesia semakin maju dan dijauhkan dari segala mara bahaya serta musibah," sambungnya.
Usai menggelar ritual bersama, umat Budha pun kembali beraktivitas seperti biasa. Tidak ada pesta besar yang digelar di Klenteng berlambang Kepiting yang terletak di Jl RE Martadinata Tuban ini dalam menyambut Waisak.
(fat/fat)











































