"Kita akan membahas soal membuka kembali jalur pendakian," ujar Kasi data dan evaluasi BB TNBTS Nova Elina ditemui wartawan di kantornya Jalan Panji Suroso, Kota Malang, Jumat (4/5/2012).
Menurut Nova, rapat koordinasi bakal digelar 9 Mei 2012 nanti, melibatkan seluruh elemen baik dari BNPB, SAR, pemerintah daerah sekitar. "Untuk mengetahui seberapa aman jika pendakian dibuka lagi," tutur wanita berjilbab ini.
Nova mengaku, bersama penurunan status itu, Pos Pengamatan Gunung Semeru merekomendasikan pembukaan jalur pendakian hingga Ranukumbolo. "Kalau rekomendasinya sampai Ranukumbolo," aku dia.
Ia menambahkan, keamanan menjadi prioritas sebelum jalur pendakian kembali dibuka, apakah sesuai rekomendasi atau sampai puncak Gunung Semeru. "Karenanya kita belum berani membuka jalur pendakian, mungkin usai rapat koordinasi," imbuh Nova.
Berdasar data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyebutkan, penurunan status Gunung Semeru ditandai jumlah gempa tremor pada bulan April 2012 mengalami penuruan dan energinya yang signifikan bila dibandingkan Maret 2012.
Selain itu, sepanjang April 2012 tidak teramati sinar api atau api diam di kawah Jonggring Seloko, tetapi indikasi pertumbuhan kubah lava masih teramati.
Sejak 1- 30 april terekam 4 kali gempa guguran sebanyak 3.447 kali gempa hembusan, 66 kali gempa tremor dengan amplitudo maksimum 2-33 mm dengan durasi 45 sampai 2.720 detik, dua kali gempa vulkanik dangkal dan 7 kali gempa vulkanik dalam.
Jumlah berbeda jauh dibandingkan pada Tanggal 1-31 maret 2012 terekam 40 kali, gempa guguran 1.665 kali gempa hembusan, 610 kali gempa tremor dengan amplitudo 2-33 mm lama terjadinya gempa 45 sampai 2833 detik, 5 kali gempa vulkanik dangkal dan 17 kali gempa vulkanik dalam.
(bdh/bdh)










































